Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

CINTA TANPA SYARAT......Is Just That Easy? (Oleh: Dina Hanif Mufidah)

Alkisah, seorang prajurit muda yang baru pulang dari medan perang, menelpon orangtuanya sebelum menuju ke rumah. ”Ibu, Ayah, aku akan pulang. Tapi, sebelumnya kutanya satu hal. Aku punya seorang teman yang ingin kubawa pulang bersamaku. Bolehkah?” ”Tentu. Kami akan sangat senang bertemu temanmu ,” jawab orang tuanya. “Tapi, temanku ini kehilangan satu kaki dan satu tangannya, akibat perang. Dia tak tahu ke mana harus pulang. Aku ingin dia tinggal bersama kita,” ujar sang pemuda. “Kasihan sekali. Mungkin kita bisa mencarikan tempat untuk temanmu itu,” tutur kedua orang tuanya. “Tidak. Aku ingin dia tinggal bersama kita,” tegas si pemuda. “Anakku, kamu tak tahu apa yang sedang kamu minta. Orang cacat akan menjadi beban bagi kita. Kita punya kehidupan sendiri, pulanglah, lupakan temanmu.Dia pasti dapat menemukan cara sendiri untuk hidup” jawab ayah pemuda itu. Prajurit muda itu terdiam. Lalu, menutup telepon. Beberapa waktu kemudian, ayah dan ibu prajurit muda itu mendapat kabar dari polisi bahwa ada pemuda yang bunuh diri dengan cara melompat dari puncak gedung. Berdasar identitasnya, diketahui bahwa pemuda itu adalah anak mereka. Dengan hati terluka dan kesedihan mendalam kedua orang tua itu mendatangi tempat kejadian untuk memastikan kabar . Keduanya kemudian sangat yakin bahwa jasad itu adalah putra mereka, karena mereka begitu mengenali ketampanan dan kegagahan wajah putranya. Namun satu hal yang kemudian membuat mereka lebih terpukul adalah ....bahwa jasad itu cacat, ia hanya memiliki satu tangan dan satu kaki! Saudara & teman temanku terkasih, mari memaknai kisah ini... Sadar atau tidak, kita kerap hanya bisa dengan mudah terpesona oleh penampilan luar.Mudah saja seorang PRIA suka dan merasakan cinta kepada WANITA yang cantik rupawan.Mudah saja seorang IBU suka dan merasakan cinta kepada ANAKnya yang sehat, dan lucu menggemaskan.Mudah saja seorang GURU suka dan merasakan cinta kepada MURID yang rajin dan pintar.Mudah saja seorang ATASAN suka dan merasa cinta pada ANAK BUAH yang produktif dan berkinerja gemilang. Namun, mampukah dengan mudah kita suka dan merasakan hal yang sama untuk WANITA/PRIA, ANAK, MURID ATAU ANAK BUAH dalam KONDISI SEBALIKNYA? TENTU TIDAK....harus ada ikhtiar kuat untuk menata hati, karena disanalah jalan menuju pintu pintu ikhlas itu berada..... Allah suka dan mencintai keindahan, .....namun mengapa Ia juga ”membiarkan” keburukan dan ketidaksempurnaan itu ada? Adalah untuk menjadi media pembelajaran atas SABAR dan IKHLAS . Dua kata yang akan menjadi PASSWORDS, untuk menggapai Sebuah JANJI PERTEMUAN dengan NYA yang jauh lebih BERHARGA DAN INDAH dari ”sekedar” kenikmatan SURGA..... Semoga Ramadhan ini ..... kian mendekatkan hati kita pada makna ikhlas, dan memampukan kita mencintai orang orang di sekitar kita dengan segala cacat, kekurangan dan ketidaksempurnaan mereka, orang orang yang memang selayaknya mendapatkan CINTA IKHLAS kita......cinta tanpa syarat.
http://www.facebook.com/dhmufidah
Oleh: Dina Hanif Mufidah

Jumat, 11 Desember 2009

CERITA CINTA

Hari itu ...
resahmu ku himpun
hingga merimbun
rembulan melenggang genit
bentuk bayangan manis pada tirai tipis
senyum manis tangan kau gamit
nuju peraduan penuh kembang
dalam dekapmu ...
nyanyian rindu bertalu dalam degupmu
rasanya aku ingin mencubit
bulan tinggal seiris mengintip
saat kau urai gelungku
terbaca makna dalam tatapmu
hasrat melukis rahimku
tetes peluh, bilur biru
menyatu beku di gunung itu
nafasmu seharum gaharu
kala kau reguk madu cerukku
Bulan tersenyum dan berlalu
dihantar aroma kembang
kita terbang ke awan

Hari Jum’at, 11 Desember 2009 Jam 14:20
Catatan Oleh : Frentianik Widodo

Kamis, 10 Desember 2009

KOIN DAN KEADILAN

Kebenaran laksana bintang yang samar di balik malam
Memanggil jiwa, membuka pintu wajah penganiayaan
Lalu mengajarkan kepadamu tentang makna kedukaan yang dalam
Menyingkap tabirnya bersama lautan kebaikan dan gelombang kebajikan
Kebenaran itu menuntun jiwamu membuka misterinya sendiri

Atas namanya kau galang sejuta koin recehan
Lalu kau hempaskan pada wajah keadilan yang bernilai milyaran
Karena hukum telah memalingkan jiwanya pada wajah perbudakan
Dan dakwaan telah merajai kekuasaan seolah tak tertaklukkan
Namun kebenaran mendendangkan nyanyian indahnya
dan menyangga keagungan harapan pada kehidupan yang pualam

Duhai jiwamu yang hampa oleh rasa keadilan
Telah kau taburkan benih-benih kebohongan dalam jiwa hukummu
Dan kau semaikan aturan-aturan semu di ladang kuasamu
Menghujamkan keputusan sharkasme di ujung palu dakwaanmu
Kulihat kebijaksanaanmu menggoreskan kepedihan dan menebarkan aroma penindasan
Mengalirkan air mata darah ketidakpuasan dan menorehkan luka pemberontakan

Lihatlah di sudut-sudut beranda rumah dan di tepi jalanan
Suara-suara hati yang rindu kebenaran telah bergema memenuhi semesta jiwa
Memulai iring-iringan cinta menuju taman istana singgasana keadilan
Menghampiri segenap jiwamu yang terjangkit dahaga kekuasaan

Duhai dimanakah kau simpan nyala api cinta pada negara
Jika bibirmu tak lagi menggemakan suara pada jiwa sang teraniaya
Telingamu seolah tuli hingga tak mendengar tangisan pilu sang terdakwa
Hatimu telah di belenggu oleh kemuliaan dan kehormatan tak berharga
kau bentangkan tanganmu pada kesia-siaan tak terhingga
Hingga semangat pengabdian yang kau teriakan dalam wacana
Hanyalah lautan hampa tanpa jiwa.........

Tangerang , 10 Desember '09
Catatan Eny Suhaeni

Sabtu, 05 Desember 2009

NEGERI IRONI

Seorang manusia lemah dan papa
dalam kehausannya mencuri semangka
lalu kau jatuhkan palu dakwa
seolah kau tengah menebar benih cinta
pada gemuruh keadilan yang beraroma dusta
pada perangkat hukum yang tak kenal lara
duhai..dimanakah kemanusiaanmu bertahta?

Dalam genggaman hukum kekuasaanmu
air mata dahaganya mengalirkan darah
bergelayut di udara, menapaki lorong-lorong kepiluan
menyangga kehampaan pikiran agungmu
meniupkan kesia-siaan nafas kebijakanmu
menaburkan benih-benih luka pada sang waktu
hatikupun haus memandang kuasamu yang nista
meski samar, namun ku dendangkan pada para penari disinggasanamu
agar bisa ku minum secangkir anggur kearifan pada dahaga keadilan

Lihatlah, pemandangan memilukan di sudut negeri ini
seorang manusia papa nan lemah
menjulurkan tangannya meminta derma keadilan padamu
mengais luka sambil menapaki istana singgasana perangkat hukummu
namun kulihat kau tetap asyik berpesta pora berbagi kenikmatan di ladang kuasamu
menari bersama diringi lagu-lagu merdu keangkuhan aturanmu
meretas keadilan hanya dalam kebenaran perspektifmu

Duhai…pedih nian semesta jiwa ini
hati siapakah yang sanggup menggemakan suaranya?
Jika jiwamu ditulikan oleh debu kekuasaan?
Dan nur'animu dibutakan oleh polusi ketamakan jabatan?
Tangis jiwanya berkobar menyala namun tak mampu menembus kepekatan hatimu
bahkan sedu sedannya tak menggetarkan dinding-dinding nuranimu
dadanya sesak tak lagi bertenaga, hingga menjelma asa yang hampa
sementara tahtamu tak geming dalam kemilau kecurangan
hingga gemanya menggetarkan kemanusiaan dan menembus langit kepiluan

Dimanakah gerangan hati putihmu bertahta wahai para penguasa
jika korupsi trilyunan masih menyimpan sengketa, padahal ia dusta tak terkira
bahkan manusia miskin papa,dalam kehausannya mengambil semangka
hingga tak dinyana ia malah masuk penjara
sementara para perampok uang negara
kau biarkan melenggang di mana-mana...
Betapa negeri ini sebuah negeri dagelan belaka….
Yang makin marak dipenuhi seribu petaka....

Tangerang, 5 Desember 2009
Catatan Eny Suhaeni

Kamis, 05 November 2009

Puisi Perempuan (oleh Ida Yanti Darwin)

bukan dari tulang ubun ia dicipta,
sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjungan dan puja..
tak juga dari tulang kaki,
karena nista menjadikannya diinjak dan di perbudak..
tapi dari rusuk kiri, dekat ke hati untuk dicintai,
dekat ke tangan untuk dilindungi, itulah diri PEREMPUAN....!!

oleh Idayanti Darwin,via facebook kamis,5 Nopember 2009 http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/home.php?filter=nf

Selasa, 03 November 2009

SURGA di Telapak Kaki IBU... oleh Bule Vaul (videos)

Ibu.. kau terindah dihatiku
Jasamu takkan terbalas olehku
Kau selalu menjagaku
Agar ku tak jatuh kedalam
Lembah Gelap itu…

Ibu.. takkan aku melupakanmu
Kukenang kau dalam bahagiaku
kau begitu indah dihatiku
Selalu ku turuti pintamu

Ibu.. maafkan aku jahat padamu
membuatmu gundah akan sikapku
membuatmu marah karna tingkahku
tapi kau tak pernah membentakku

Ibu.. sungguh besar kasih sayangmu
takkan habis terkikis oleh waktu
takkan terganti oleh harta
Nilainya tak ternilai oleh rupiah

Tapi ijinkan aku ucapkan rasa sayangku
berikan kau hadiah istimewa dariku,
kukan bahagiakanmu selalu
ijinkan ku ungkap rasa bahagiaku
sebagai kado di hari ultahmu
Sepenggal Doa Untuk Ibu
Tulus dari hatiku

Dikoleksi oleh Ina Tresnawati
Selasa, 3 Nopemer 2009
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000152881384&ref=nf