Selasa, 12 Oktober 2010

Inilah Khutbah Rasulullah Saat Pertama Kali Sholat Jumat

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sebagaimana dikisahkan dalam berbagai buku sejarah Rasulullah SAW, seperti Fikih Sirah, Sirah Nabawiyah, maupun Hayatu Muhammad karya Muhammad Husein Haykal, shalat Jumat pertama yang dilakukan Rasul SAW adalah di Wadi Ranuna, sekitar satu kilometer dari Masjid Quba, atau kurang lebih empat kilometer dari Madinah al-Munawwarah. Di sana kini berdiri sebuah masjid yang diberi nama Masjid Jumat.
Tentu saja, dalam shalat Jumat itu diselenggarakan khutbah Jumat yang disampaikan Rasul SAW kepada kaum Muslim. Apa isi khutbah Rasul SAW pada saat itu? Hanafi al-Mahlawi dalam bukunya Al-Amakin al-Masyhurah Fi Hayati Muhammad (Tempat-tempat bersejarah yang dikunjungi Rasul SAW), isi khutbah itu adalah sebagai berikut;
"Segala puji bagi Allah, kepada-Nya aku memohon pertolongan, ampunan, dan petunjuk. Aku beriman kepada Allah dan tidak kufur kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Dia telah mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar, dengan cahaya dan pelajaran, setelah lama tidak ada rasul yang diutus, minimnyua ilmu, dan banyaknya kesesatan pada manusia di kala zaman menjelang akhir dan ajal kian dekat.
Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah mendapatkan petunjuk. Dan, barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah melampaui batas dan tersesat dengan kesesatan yang sangat jauh.
Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah. Itulah wasiat terbaik bagi seorang Muslim. Dan, seorang Muslim hendaknya selalu ingat akhirat dan menyeru kepada ketakwaan kepada Allah.
Berhati-hatilah terhadap yang diperingatkan Allah. Sebab, itulah peringatan yang tiada tandingannya. Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah yang dilaksanakan karena takut kepada-Nya, ia akan memperoleh pertolongan Allah atas segala urusan akhirat.
"Barang siapa yang selalu memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, baik di kala sendiri maupun di tengah keramaian, dan ia melakukan itu tidak lain kecuali hanya mengharapkan rida Allah, maka baginya kesuksesan di dunia dan tabungan pahala setelah mati, yaitu ketika setiap orang membutuhkan balasan atas apa yang telah dilakukannya. Dan, jika ia tidak melakukan semua itu, pastilah ia berharap agar masanya menjadi lebih panjang. Allah memperingatkan kamu akan siksa-Nya. dan Allah Mahasayang kepada hamba-hamba-Nya." (QS Ali Imran [3]: 30).
Dialah Zat yang benar firman-Nya, melaksanakan janji-Nya, dan semua itu tidak pernah teringkari. Allah berfirman, "Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah, dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku." (QS Qaf [50]: 29).
Karenanya, bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan sekarang maupun yang akan datang, dalam kerahasiaan maupun terang-terangan. "Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya." (QS At-Thalaq [65]: 5). "Barang siapa bertakwa kepada Allah, sungguh ia telah memperoleh kemenangan yang besar." (QS Al-Ahzab [33]: 71).
Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah menghindarkan dari kemarahan, hukuman, dan murka-Nya. Takwa kepada Allah akan membuat wajah bersinar terang, membuat Allah rida, dan meninggikan derajat. Lakukanlah dengan sepenuh kemampuan kalian, dan jangan sampai kurang di sisi Allah.
Dia telah mengajarkan kepada kalian dalam kitab-Nya dan membentangkan jalan-Nya, untuk mengetahui siapa yang benar dan untuk mengetahui siapa yang dusta. (QS Al-Ankabut [29]: 3).
Maka, berbuat baiklah, sebagaimana Dia berbuat baik kepada kalian, dan musuhilah musuh-musuh-Nya. Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad. Dia telah memilih dan menamakan kalian sebagai Muslim. (QS Al-Hajj [22]: 78). Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata. (QS Al-Anfal [8]: 42).
Tiada daya upaya, kecuali hanya dengan kekuatan Allah. Karenanya, perbanyaklah mengingat Allah, dan beramallah untuk kehidupan setelah mati. Sesungguhnya orang yang membangun hubungan baik dengan Allah, Allah pun akan membuat baik hubungan orang itu dengan manusia lainnya.
Karena Allah yang memberi ketetapan kepada manusia, sedang manusia tidak mampu memberi ketetapan kepada-Nya. Dia menguasai manusia, sedang manusia tidak bisa menguasai-Nya. Allah itu Maha Agung. Tiada daya dan kekuatan selain dengan kekuatan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung."
Demikianlah isi khutbah Rasul SAW sebagaimana disebutkan dalam Tarikh Thabari, Tafsir al-Qurthubi, Subul al-Huda wa ar-Rasyad, dan Al-Bayan al-Muhammadi karya Dr Mustafa Asy-Sya'kah.
Asy-Sya'kah menegaskan bahwa khutbah diatas merupakan khutbah Rasul SAW saat shalat Jumat pertama di Wadi Ranuna. Penjelasan ini juga diperkuat dengan keterangan Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir. Wallahu A'lam.
Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Syahruddin El-Fikri
Republika OnLine » Dunia Islam » Islam Mancanegara
Selasa, 12 Oktober 2010, 09:54 WIB
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/10/12/139623-inilah-khutbah-rasulullah-saat-pertama-kali-sholat-jumat

Pawai Budaya Jawa Timur 2010, 12 Daerah Tak Kirim Delegasi

SURABAYA - SURYA- Selasa (12/10) besok, masyarakat Jatim memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pemerintah Provinsi (Pemprov). Namun, peringatan tetenger kelahiran wilayah berpenduduk sekitar 38 juta jiwa itu menyisakan masalah. Tanggal 12 Oktober 1945 yang diperingati sebagai hari jadi masih terancam digugat.
Munculnya ancaman gugatan itu, karena sebagai fakta sejarah, selama ada bukti baru otentik dan ada pihak yang mengajukan, maka hari jadi yang menandai berdirinya suatu pemerintahan dapat ditinjau ulang.
Buku Riwayat Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang diterbitkan Badan Arsip Provinsi Jatim 2008 menjelaskan, tanggal 12 Oktober 1945 resmi ditetapkan sebagai HUT Pemprov Jatim, setelah pihak eksekutif membentuk tim pengkaji. Tim yang diketuai Nunuk Supri Rahayu itu menelusuri selama tiga tahun, 15 Oktober 2004 sampai 7 Mei 2007. Hasilnya, tim sepakat hari jadi Pemprov 19 Agustus 1945. Alasannya, 19 Agustus merupakan waktu terbentuknya Provinsi Jatim bersama tujuh provinsi lain, yakni Jabar, Jateng, Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kecil, dua hari setelah kemerdekaan RI diproklamirkan. Pada tanggal sama, juga keluar maklumat pengangkatan orang Indonesia pertama, RMTA Soerjo sebagai Gubernur Jatim. Oleh eksekutif, tanggal itu lantas diajukan ke DPRD Jatim untuk dibahas.
Dewan lantas menugaskan Komisi A (Pemerintahan) mengkajinya. Selama pengkajian, para wakil rakyat sempat studi banding ke Belanda. Hasilnya, Komisi A memberi lima alternatif HUT Pemprov, yakni 1 Juli 1928 pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Sementara empat tanggal lain, terbentuk setelah masa kemerdekaan, masing-masing 22 Agustus 1945, 12 Oktober 1945, 25 Oktober 1945, dan 15 Agustus 1950.
Dari lima itu, sidang paripurna DPRD Jatim 7 Agustus 2007 menyepakati 12 Oktober 1945 sebagai hari jadi, bukannya 19 Agustus 1945 yang diusulkan eksekutif. Dewan mengemukakan tiga alasan, momentum pengangkatan dan/atau pelantikan Soerjo sebagai orang Indonesia pertama jadi Gubernur Jatim, yakni Soerjo baru menjalankan tugas di Surabaya 12 Oktober. Lalu, bulan Oktober dinilai memiliki nilai filosofis dan heroik nasionalisme sangat tinggi, karena pada 25 Oktober 1945 Soerjo dengan berani menolak permintaan Sekutu –Jenderal Mallaby, untuk menyerahkan diri dan datang ke kapal perang mereka. Selain itu, tahun 1945 dinilai sebagai titik tolak bangkitnya rasa nasionalisme bangsa Indonesia setelah meraih kemerdekaan.
Namun, setelah dewan menggedok putusan itu, protes dari masyarakat menyeruak. Meski demikian, sejak saat itu, setiap 12 Oktober Pemprov Jatim selalu memperingati hari jadinya. Ini berarti, tahun ini merupakan keempat kalinya peringatan HUT Pemprov.
Rangkaian acara berlangsung mulai 24 September–23 Oktober. Dimulai dengan pertandingan olahraga antarpejabat struktural di lingkungan Pemprov, pawai budaya Jatim, talk show Gubernur, upacara peringatan HUT di Gedung Grahadi, sidang paripurna dewan, pembukaan Jatim Fair 2010 oleh Wakil Presiden, jalan sehat, bakti sosial, dan ditutup dengan tasyakuran dan pergelaran wayang kulit.
Namun, peringatan HUT Pemprov Jatim tampaknya kurang disambut pemkab/pemkot. Hal ini terlihat dari minimnya jumlah peserta mengikuti pawai budaya, Minggu (10/10) sore. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, hanya 26 daerah mengirim delegasinya. Sementara 12 daerah lainnya tidak berpartisipasi dalam event tahunan itu.
Ke-12 daerah itu, Kota Madiun, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Sumenep, Tuban, Ngawi, Trenggalek, Lumajang, Situbondo, Pacitan, dan Kabupaten Blitar.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Gunarto, menyayangkan banyaknya daerah yang tak berpatisipasi dalam pawai budaya Jatim. Padahal, melalui momentum ini masyarakat dapat mengetahui budaya yang dimiliki Jatim.
Meski hanya diikuti 26 kabupaten/kota, pawai budaya kemarin berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Surabaya dan sekitarnya antusias menyaksikan kendaraan hias dan pernak-pernik budaya. Selain dari Jatim, peserta dari Lampung dan Bangka Belitung juga mengikuti pawai.
Sayangnya, selama proses pawai, arus lalu lintas di rute pawai tidak ditutup sehingga membuat peserta pawai, penonton, dan pengendara jalan tumplek blek jadi satu di sepanjang jalan yang dilalui.
Kemacetan arus lalin tak terhindarkan. Sementara para penonton banyak yang merengsek maju keluar dari trotoar, dan para peserta pawaipun ikut merasakan semburan asap knalpot dari kendaraan yang melintas di sisi kanan mereka.
Namun di balik kesemrawutan, penampilan istimewa ditunjukkan hampir seluruh peserta. Apalagi mereka tak hanya jalan tapi juga beratraksi di sepanjang perjalanan. Seperti kelompok dari Nganjuk terlihat pasukan pembawa busur, berjalan sambil menari memainkan busur panah. Juga dari Tulungagung yang menampilkan atraksi tari tiban, dimana di antara para penari saling melecutkan cambuk aren.
Khawatir Kalah Meriah
Sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Aminuddin Kasdi membenarkan penetapan 12 Oktober 1945 sebagai HUT Pemprov merupakan pilihan DPRD Jatim. Karena tim peneliti Pemprov, di mana dia juga dijadikan narasumber, mengusulkan 19 Agustus 1945 sebagai hari jadi. ”Kenapa 19 Agustus, karena saat itulah Provinsi Jatim dibentuk bersama tujuh provinsi lainnya. Dan pada tanggal itu juga, Soerjo ditunjuk dan diangkat sebagai Gubernur Jatim pertama kali,” ujarnya kepada Surya, kemarin.
Aminuddin menyebut bahwa 19 Agustus yang dipilih, karena anggota DPRD takut perayaan HUT Pemprov tenggelam dan kalah meriah dengan perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus.
Padahal, meski Gubernur Soerjo baru pindah ke Surabaya 12 Oktober 1945, setelah diangkat sebagai gubernur pada 19 Agustus, Soerjo, kata Aminuddin telah melaksanakan tugas sebagai gubernur. Di antaranya, mengikuti musyawarah daerah di Jakarta pada September 1945. Selain itu, awal Oktober, mantan anggota PPKI dan BPUPKI itu juga mengadakan rapat kerja di Kediri. Kegiatan ini diberitakan Surat Kabar KENPO tahun 1945. ”Jadi dari sisi historis, penetapan 12 Oktober sebagai HUT Pemprov sebenarnya tak ada nilai historisnya,” katanya.
”Namun, karena DPRD punya kewenangan menetapkan hari jadi, sebagai bentuk representasi kemauan politik dari pemerintah dan warga di Jatim, saya menghormati putusan itu,” imbuhnya.
Meski demikian, penetapan 12 Oktober sebagai HUT Pemprov, kata Aminuddin, masih bisa digugat. Syaratnya harus ada yang protes ke Gubernur, agar Gubernur kembali mengajukan peninjauan ulang ke DPRD. ”Prinsipnya, tidak untuk mencari menang dan kalah. Tapi, semata-mata untuk meluruskan sejarah,” katanya.
Gubernur Soekarwo mempersilakan jika ada pihak berniat menggugat hari jadi Pemprov. ”Sejarah memang harus begitu, tidak pernah diam. Selalu dilakukan discovery terhadap bukti-bukti sejarah,” tegasnya kepada Surya.
Jika itu nanti ada, yang melakukan bukan Pemprov, tetapi para ahli dan sejarawan yang harus menginisiasinya, dengan ditunjang bukti otentik dan berbagai arsip. ”Kami hanya fasilitator saja,” imbuhnya.
Pakde menilai wajar penemuan hari jadi tak memuaskan semua pihak. Karena banyak pendekatan yang dapat dilakukan. Namun, yang penting penentuan hari jadi harus ngugemi visi Indonesia Centris dan meninggalkan visi Nerlando Centris. Selain itu, penentuan hari jadi juga dapat mencerminkan peristiwa penting dalam sejarah provinsi.
Pakde Karwo mengingatkan, yang terpenting dari penetapan hari jadi bukanlah sekadar penetapan tanggal, bulan, tahun. Tapi, diharapkan memiliki makna pengentalan ikatan nasionalisme dan idealisme masyarakat Jatim. Sehingga dapat menjadi symbol pembangkit semangat solidaritas masyarakat untuk membangun Jatim bersama-sama dan menikmati hasilnya juga secara bersama-sama. {Mujib Anwar-Sri Handi Lestari}
Surya Online Senin, 11 Oktober 2010 06:59 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/11/pawai-budaya-12-daerah-tak-kirim-delegasi.html

Senin, 11 Oktober 2010

Ayo makan ikan untuk hindari hilangnya daya lihat mata

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Orang dewasa yang berusia lanjut dan makan ikan berlemak sedikitnya satu kali dalam sepekan mungkin memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kehilangan daya pandang serius akibat penurunan makula yang berkaitan dengan usia.
Studi oleh beberapa peneliti di John Hopkins University di Baltimore, Amerika Serikat, memang tak membuktikan bahwa makan ikan mengurangi risiko terserang tahap lanjutan penurunan makula yang berkaitan dengan usia, atau AMD. Namun peneliti Bonnielin K Swenor, mengatakan temuan tersebut menambah bukti dari berbagai studi sebelumnya yang memperlihatkan orang yang makan ikan cenderung memiliki risiko AMD yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak sering makan ikan.
Studi itu, yang dilaporkan di jurnal Ophthalmology juga mendukung teori bahwa asam lemak omega-3, yang paling banyak ditemukan pada ikan berminyak seperti salmon, mackerel, dan tuna albacore, mungkin mempengaruhi perkembangan atau kemajuan AMD.
''Meskipun penelitian saat ini menunjukkan bahwa makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 dapat mengurangi risiko penurunan makula yang berkaitan dengan usia pada sebagian pasien berusia lanjut, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan,'' kata Swenor kepada Reuters Health.
Untuk studi itu, Swenor dan rekannya menganalisis data dari 2.520 orang dewasa yang berusia 65 sampai 84 tahun yang menjalani pemeriksaan mata dan menyelesaikan daftar pertanyaan mengenai makanan mereka secara terperinci. Sebanyak 15 persen didapati memiliki AMD tahap dini atau menengah, sementara hanya kurang dari 3 persen memiliki AMD tahap lanjutan penyakit tersebut.
Peserta studi itu yang makan satu kali atau lebih ikan semacam itu setiap pekan memiliki risiko 60 persen lebih rendah untuk memiliki AMD lanjutan dibandingkan dengan mereka yang jarang makan ikan rata-rata setiap pekan. Secara keseluruhan, para peneliti tersebut menemukan bahwa tak ada kaitan jelas antara peserta yang melaporkan makan ikan dan risiko AMD, tapi ada hubungan antara konsumsi lebih banyak ikan yang kaya akan omega-3 dan kemungkinan AMD lanjutan.
AMD disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah yang tak normal di belakang retina atau pecahnya sel-sel yang sensitif terhadap cahaya dan keduanya dapat mengakibatkan gangguan pandangan serius. Tak ada obat buat AMD, tapi perawatan tertentu mungkin mencegah atau menunda hilangnya daya pandang serius.
Red: Budi Raharjo
Rep: Antara
Republika OnLine » Pendidikan » Riset
Selasa, 20 Juli 2010, 13:24 WIB
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/riset/10/07/20/125592-ayo-makan-ikan-untuk-hindari-hilangnya-daya-lihat-mata

Mata hati yang tajam

REPUBLIKA.CO.ID,Syekh Atha' as-Silmi dikenal sebagai guru mengaji yang tulus. Selain itu, ia juga dikenal sebagai seorang yang pandai menenun pakaian. Sekali dalam seminggu, ia membawa hasil tenunannya ke pasar untuk dijual. Syekh Atha' as-Silmi sangat yakin bahwa tenunannya sangat apik dan tak ada cacat.
Di tengah hiruk-pikuk keramaian pasar, kalimat tasbih dan tahmid mengiringi hembusan-hembusan napasnya. Tiba-tiba, ada seseorang yang mendekat dan melihat-lihat pakaian tenunannya. Orang tersebut adalah seorang penjahit. Kemudian, orang itu berkata, "Baju ini cukup bagus. Namun sayang, ada cacatnya, ini, ini, dan ini."
Dengan tanpa kata, Syekh Atha' menyahut pakaiannya dari tangan orang itu. Kemudian, dia duduk dan menangis terisak-isak. Orang itu bingung melihat Syekh Atha' menangis. Namun, penyesalan tampak di wajahnya atas apa yang diucapkan. Dia meminta maaf bila ucapan tadi melukai hati. Dan, dia mau membeli tenunan itu berapa pun harganya.
Kemudian, Syekh Atha' berkata, "Sebab yang menyebabkan aku menangis bukan seperti yang kamu kira. Aku telah bersungguh-sungguh menenun baju ini. Tenunan baju ini tidak seperti baju-baju lain yang telah aku buat. Aku membuatnya lebih halus, lalu kemudian aku tambahkan keindahan di dalamnya. Setelah itu, aku periksa dengan amat teliti untuk memastikan tidak ada cacat di dalamnya.
Tapi, ketika hasil tenunanku ini diperiksa oleh manusia, terlihat ada cacat di bagian yang mana aku tidak menyadarinya. Lalu, bagaimana nanti dengan amal-amal perbuatan kita tatkala diperiksa oleh Allah, Zat yang Maha Tahu di Hari Kiamat nanti? Berapa banyak cacat dan dosa yang akan tampak dari amal ibadah kita, dan itu yang tidak kita sadari!"
Kisah di atas menggambarkan bahwa orang yang bertakwa, sangat sensitif dalam keimanan. Apa yang terjadi di hadapannya langsung mengetuk hatinya untuk ingat terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah. Mereka sangat takut akan segala kekurangan ibadah kepada Allah. Mereka sangat sedih bila amal ibadah yang dikerjakannya selama ini terdapat kekurangan dan ketidaksempurnaan. Hal itu, dapat menyebabkan berkurangnya pahala atau bahkan tertolaknya amalan yang dikerjakan. Jika itu terjadi, niscaya sia-sialah amal ibadahnya.
Imam Ibnu Jauzi menuturkan, "Ketakwaan dan keimanan akan mempertajam mata hati pelakunya. Apa pun peristiwa yang terjadi di sekitar, ia akan dapat mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Panasnya musim kemarau mengingatkan pada api neraka, gelapnya malam mengingatkan gelap gulitanya alam kubur, hawa sejuk dan indahnya musim semi mengilhami untuk mencari rezeki yang halal."
Ketajaman mata hati hanya dapat diasah dengan taqarrub, mujahadah, dan bertawakal kepada Allah. Maka, tidak heran jika ada beberapa alim ulama yang mampu menguak rahasia di balik peristiwa karena mereka memiliki mata hati yang tajam.
Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Muhtadi Kadi
Republika OnLine » Ensiklopedia Islam » Hikmah
Rabu, 29 September 2010, 09:20 WIB
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/09/29/137081-mata-hati-yang-tajam

Menjadi manusia yang pandai bersyukur

REPUBLIKA.CO.ID,Ketika kita menggemakan takbir-terutama saat berhari raya-tersirat pemahaman bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah Mahabesar, sementara kita yang diciptakannya adalah kecil. Kita hina dan tak punya daya dan kekuatan untuk berkiprah, kecuali karena kemurahan dan kebesaran Allah. Karena itu, ketika kita telah merampungkan sebuah perjuangan (baca; Ramadhan), maka perbanyaklah takbir.
"Dan hendaklah bertakbir atas anugerah yang telah Allah berikan. Semoga kalian menjadi hamba-Nya yang bersyukur." (QS al-Baqarah [2]: 185). Ayat ini merupakan satu rangkaian dengan perintah puasa (QS [2]: 183).
Ramadhan mencetak kita menjadi hamba-Nya yang bertakwa. Dan orang yang bertakwa, akan senantiasa mengingat kebesaran Allah, termasuk semua nikmat yang telah diberikan kepadanya.
Di lidah ia mengucapkan kalimat takbir, dalam amal perbuatan ia menerjemahkannya dengan rasa syukur. Karena itu, menjadi pribadi yang bertakwa belum cukup bila tidak dibarengi dengan pribadi yang bersyukur. Kenapa? Karena maqam syukur lebih tinggi dari maqam takwa. Sebab, syukur menjadi maqam-nya para nabi dan rasul. Karenanya, Allah menegaskan, hanya sedikit dari hamba-Nya yang pandai bersukur (QS Saba [34]: 13).
Syukur merupakan satu stasiun hati yang akan menarik seseorang pada zona damai, tenteram, dan bahagia. Ia juga akan mendapatkan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, sekaligus mendapatkan insentif pahala dan kenikmatan yang terus bertambah dari Allah SWT (QS Ibrahim [14:] 7).
Rasul SAW adalah manusia yang pandai bersyukur. Suatu ketika, beliau pernah ditanya Bilal, "Apakah yang menyebabkan baginda menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik yang dahulu maupun yang akan datang?" Beliau menjawab, "Tidakkah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?"
Dzunnun al-Mishri memberi tiga gambaran tentang manifestasi syukur dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, kepada yang lebih tinggi urutan dan kedudukannya, maka ia senantiasa menaatinya (bit-tha'ah). "Hai orang-orang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan kepada ulil amri di antara kalian …" (QS an-Nisa [4]: 59).
Kedua, kepada yang setara, kita mengejawantahnya dengan bil-hadiyyah. Saling tukar pemberian. Kita harus sering-sering memberi hadiah kepada istri atau suami, saudara, teman seperjuangan, sejawat dan relasi. Dengan cara itu, maka akan ada saling cinta dan kasih.
Ketiga, kepada yang lebih bawah dan rendah dari kita, rasa syukur dimanifestasikan dengan bil-ihsan. Selalu memberi dan berbuat yang terbaik. Kepada anak, adik-adik, anak didik, para pegawai, buruh, pembantu di rumah dan semua yang stratanya di bawah kita, haruslah kita beri sesuatu yang lebih baik. Jalinlah komunikasi dan berinteraksilah dengan baik, dan kalau hendak men-tasharuf-kan rezeki, berikan dengan sesuatu yang baik (QS as-Syu'ara [26]: 215 dan al-Baqarah [2]:195). Wallahu a'lam.
Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham
Republika OnLine » Ensiklopedia Islam » Hikmah
Ahad, 03 Oktober 2010, 18:43 WIB
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/03/137923-menjadi-manusia-yang-pandai-bersyukur

Rahmatan Lil 'Alamin

REPUBLIKA.CO.ID, Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?'' Para sahabat pun menjawab, "Ya, Rasulullah, orang yang bangkrut adalah mereka yang tidak lagi mempunyai uang dan harta.'' "Bukan itu," jawab Rasulullah. "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun, mereka suka mencuri, menjelek-jelekkan orang lain, suka memakan harta orang lain (korupsi), menumpahkan darah, dan memukul orang lain tanpa hak.''
Dengan demikian, kata Rasulullah, pahala shalat, puasa, dan zakat orang itu dialihkan oleh Allah SWT kepada si anu, si anu, dan si anu, yaitu orang yang dicaci, dicuri hartanya, dan dibunuh. "Akan tetapi, pahala kebaikan orang yang pailit itu habis sebelum tertebus semua kejahatannya, sampai-sampai ganjaran kejahatan orang lain dibebankan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka.'' (HR Muslim, tercantum dalam Mukasyafah al-Qulub: al-Muqarrib ila Hadhrah 'Allam al-Ghuyub fi 'ilm at-Tashawwuf).
Akhir-akhir ini, sebagian masyarakat Indonesia dihadapkan pada peristiwa-peristiwa kekerasan (terorisme), konflik horizontal, tawuran antarkelompok masyarakat, pencurian, korupsi, dan pembunuhan yang melanggar hukum. Semua kejadian itu tentunya mengarah pada terganggunya keselamatan dan keamanan masyarakat.
Sebagai agama rahmat bagi semesta alam, Islam tak membenarkan dan melarang semua tindakan tersebut. "Wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil 'alamin.'' (Dan tidaklah kami mengutusmu (Muhammad), melainkan menjadi rahmat bagi semesta alam). (QS Al-Anbiya [21]: 107).
Quraish Shihab mengemukakan bahwa redaksi ayat tersebut mencakup empat hal pokok. Pertama, rasul utusan Allah itu adalah Nabi Muhammad. Kedua, yang mengutusnya adalah Allah SWT. Ketiga, rasul itu diutus kepada mereka (al-'alamin). Keempat, risalah yang disampaikan mengisyaratkan sifat-sifat kedamaian dan kasih sayang yang mencakup semua waktu dan tempat.
Ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin itu mengandung makna bahwa kehadirannya memberikan rahmat kepada seluruh alam, termasuk di dalamnya lingkungan hidup, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, golongan, etnis, dan peradaban. Rasulullah SAW bersabda, "Khair an-naas 'anfa'uhum li an-naas.'' (Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya).
Oleh karena itu, sebagai umat Islam, tentu kita tidak menginginkan seluruh amal ibadah yang dikerjakan selama menjadi bangkrut (tak bersisa) karena perbuatan menjelek-jelekkan orang lain, mencuri, membunuh, korupsi, berzina, dan lainnya. Kita diajarkan untuk menyayangi dan mengasihi sesama, apa pun latar belakangnya. Wallahu A'lam.
Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Prof Nanat Fatah Natsir
Republika OnLine » Ensiklopedia Islam » Hikmah
Kamis, 07 Oktober 2010, 12:02 WIB
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/07/138783-rahmatan-lil-alamin

Cara Mengalahkan Setan

REPUBLIKA.CO.ID, Setan adalah musuh terbesar manusia. Seluruh kehidupannya didedikasikan untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Bahkan, beragam cara dilakukan asal dapat menyesatkan manusia dari kebenaran.
Dalam Alquran banyak ayat yang menjelaskan tentang hal tersebut. Karena itu, Allah memperingatkan manusia agar tidak mengikuti gerak langkah setan. Sebab, ia akan menjadi ancaman bagi keselamatan manusia.
Imam Fakhrurrazi dalam Tafsir Al-Kabir memberikan pertanyaan retoris. Bagaimanakah manusia bisa selamat dari ancaman setan, karena ia mengepung manusia dari empat penjuru arah mata angin? Bisakah manusia mengalahkan setan yang tak terlihat oleh mata itu?
Menurut Imam Fakhrurrazi, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengalahkan setan, yakni atas dan bawah, yakni saat manusia berdoa dan bersujud kepada Allah. Sementara itu, Imam Asy-Sya'rawi menegaskan, sesungguhnya manusia bisa mengalahkan setan, selama ia senantiasa bersama Allah SWT (ma'iyyatullah).
Rasulullah memberikan rahasia kekuatan setan. "Apabila salah seorang di antara kalian memasuki rumahnya dan menyebut nama Allah ketika masuk dan saat makan, maka setan akan berkata kepada sobat-sobatnya, "Kita tidak punya tempat tidur dan tidak bisa makan malam ini." Sedangkan apabila ia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika masuk, setan berkata, "Malam ini kita punya tempat untuk tidur." Dan apabila tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata, "Kita punya tempat untuk tidur dan kita bisa makan malam ini." (HR Muslim).
Ada sebuah riwayat yang menceritakan pertemuan dua setan. Yang satu berbadan tegap, berpakaian bagus dan berwajah cerah ceria. Sedangkan yang lainnya berbadan kurus, berpakaian compang-camping dan berwajah sedih.
"Kenapa keadaanmu begitu menyedihkan? Badanmu kurus kering, pakaianmu compang-camping?" tanya setan pertama. Setan kedua menjawab, "Manusia-manusia yang kuikuti selalu membaca basmalah saat mereka makan, berpakaian, dan ketika memasuki rumahnya. Bagaimana mungkin aku bisa makan enak, berpakaian bagus, dan tinggal di rumah mereka? Kini aku lemah tak punya tenaga untuk menyesatkan mereka."
"Sungguh menyedihkan keadaanmu. Berbeda jauh denganku, orang-orang yang kuikuti tak pernah menyebut nama Allah, baik saat makan, minum, berpakaian, ataupun saat masuk ke rumahnya. Sehingga, aku punya kekuatan untuk menyesatkan mereka."
Sesungguhnya, kunci kekuatan setan adalah di saat manusia lupa dan lalai mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik saat makan, tidur, berpakaian, maupun lainnya, termasuk menjalankan perintah Allah. Dan untuk mengendalikan setan adalah senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Wallahu a'lam.
Republika.co.id Senin, 11 Oktober 2010, 09:23 WIB
Republika OnLine » Ensiklopedia Islam » Hikmah
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/10/11/139368-cara-mengalahkan-setan

Selasa, 31 Agustus 2010

Tadarus Budaya Marakkan Ramadan

GRESIK - Berbagai cara dilakukan untuk mengisi bulan suci Ramadan. Yang dilakukan komunitas budaya Cager bisa jadi berbeda dan jarang ditemui. Komunitas tersebut menggelar sebuah pentas seni bertajuk Tadarus Budaya.
Banyak tampilan penuh makna dalam pentas untuk memperingati bulan suci Ramadan di gedung Dispendik, Jl Usman Sadar Gresik, Minggu malam (29/8) itu. Tampilan mereka diiringi musik lumba, seni musik yang didominasi tabuh-tabuhan terbang (rebana).
Menurut pembina Cager yaitu Lenon Mahalli, musik tersebut dipilih untuk melestarikannya. Dia mengingatkan, seni rebana pernah jaya di Gresik. Terutama di wilayah Bungah. "Dulu Bungah adalah sentra produksi terbang. Di sana pula muncul para ahli pemain terbang. Tapi, sekarang semua sudah punah," kata Lenon.
Dalam penampilan tersebut, Cager menyajikan musikalisasi puisi. Sebagian besar puisi yang dibacakan berisi keprihatinan atas pergeseran puisi sebagai seni yang belakangan jadi komoditas bisnis. "Dulu, pada zaman Wali Songo, seni adalah media untuk mendakwahkan ajaran Islam. Tapi, kini jarang sekali seni menjadi sarana untuk kegiatan itu," katanya.
Pentas Tadarus Budaya kemarin seakan menjadi pengobat dahaga para pecinta seni di wilayah Gresik. Maklum, jarang sekali pentas seni di Gresik digelar. (ris/c13/ruk)
Pos_Metropolis [ Selasa, 31 Agustus 2010 ]
http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=152948

Minggu, 22 Agustus 2010

Qory Sandioriva Bertekad Tampil Optimal dalam Malam Puncak Miss Universe 2010

LAS VEGAS - Kendati tidak termasuk kontestan yang diunggulkan, Putri Indonesia 2009 Qory Sandioriva bertekad tampil optimal dalam malam puncak kontes kecantikan Miss Universe 2010.
Acara grand final kontes tahunan itu bakal berlangsung di Mandala Bay Resort & Casino, Las Vegas, Senin malam (23/8) waktu AS atau Selasa siang WIB (24/8). Tahun ini, 83 kontestan dari berbagai penjuru dunia bakal berkompetisi.
Menjelang acara puncak, Qory mendapat suntikan semangat dari beberapa tamu yang khusus datang untuk mendukung secara langsung. Hingga kemarin (21/8), yang sudah berada di Las Vegas adalah Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Wardiman Djojonegoro dan Wakil Ketua Pendidikan YPI Kusumadewi Sutanto. Ibunda Qory, Fariawati, dipastikan juga hadir menyaksikan dara 19 tahun itu berlaga.
''Rencananya, ada pula staf Konjen RI di sini yang datang pada acara final. Jumlahnya sekitar delapan orang,'' tutur Kusumadewi saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.
Rombongan Indonesia tersebut memang belum bertemu langsung dengan Qory yang masih menjalani karantina. Tapi, Kusumadewi memastikan bahwa gadis dengan tinggi badan 172 cm dan bobot 56 kg itu sudah sangat siap untuk memberikan penampilan terbaik. Delapan tokoh akan menjadi juri dalam final Miss Universe 2010.
''Dengan pembekalan selama hampir setahun ini, Qory secara fisik dan mental sudah siap maupun maksimal menghadapi final,'' tegas Kusumadewi.
Sebelum final, seluruh kontestan menjalani beberapa tahap penilaian. Salah satunya adalah babak presentation show yang dihelat pada Kamis malam (19/8) waktu setempat atau Jumat siang WIB (20/8).
Pada sesi itu, Qory naik ke atas panggung dengan dua tampilan. Yakni, mengenakan swimsuit model one piece, lalu gaun malam berbahan batik Cirebon motif Mega Mendung rancangan Lenny Agustin.
Gaun Qory juga dipermanis dengan aplikasi monte berwarna perak kebiruan, biru muda, serta biru tua seberat sekitar 3 kilogram. Semua aplikasi tersebut dipasang dengan pengerjaan tangan. Gaun itu juga akan dipakai Qory pada babak final. ''Tampaknya, Qory agak kurusan. Saya dengar gaun itu agak longgar dia pakai. Nanti kami bantu benahi supaya pas di badannya lagi,'' ujar Kusumadewi.
Namun, dia berjanji, yang pertama dilakukan saat bertemu Qory adalah langsung memeluk dan mencium mahasiswi Sastra Prancis Universitas Indonesia (UI) tersebut. Dia menyebut itu sebagai ucapan terima kasih karena Qory sudah membawa nama bangsa di kancah internasional. ''Setelah itu, akan saya tanya keadaan dia. Apa masih ada yang dibutuhkan. Saya juga akan memberinya semangat agar bisa tampil prima nanti,'' ucap Kusumadewi.
Pemenang kontes tahun ini akan menggantikan tugas Miss Universe 2009 Stefania Fernandez dari Venezuela. Dengan keikutsertaan Qory kali ini, sudah sembilan kali YPI mengirimkan wakil ke perhelatan Miss Universe. Prestasi terbaik yang pernah dicatat adalah ketika Putri Indonesia 2004 Artika Sari Devi lolos ke babak 15 besar Miss Universe 2005. (ayi/c5/dwi)
Jawa Pos [ Minggu, 22 Agustus 2010 ]
http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=showpage&kat=3

Sabtu, 12 Juni 2010

SEJARAH CANDI BOROBUDUR

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.
Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.
Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.
Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Perayaan Waisak di Borobudur
Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur.
Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur. Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural. Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan.

Borobudur
Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.
Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.

http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/182-candi-borobudur.html

Sabtu, 05 Juni 2010

Sejarah Candi

Kata "candi" mengacu pada berbagai macam bentuk dan fungsi bangunan, antara lain empat beribadah, pusat pengajaran agama, tempat menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan atau tempat bersemayam dewa, petirtaan (pemandian) dan gapura. Walaupun fungsinya bermacam-macam, secara umum fungsi candi tidak dapat dilepaskan dari kegiatan keagamaan, khususnya agama Hindu dan Buddha, pada masa yang lalu. Oleh karena itu, sejarah pembangunan candi sangat erat kaitannya dengan sejarah kerajaan-kerajaan dan perkembangan agama Hindu dan Buddha di Indonesia, sejak abad ke-5 sampai dengan abad ke-14.
Karena ajaran Hindu dan Buddha berasal dari negara India, maka bangunan candi banyak mendapat pengaruh India dalam berbagai aspeknya, seperti: teknik bangunan, gaya arsitektur, hiasan, dan sebagainya. Walaupun demikian, pengaruh kebudayaan dan kondisi alam setempat sangat kuat, sehingga arsitektur candi Indonesia mempunyai karakter tersendiri, baik dalam penggunaan bahan, teknik kontruksi maupun corak dekorasinya. Dinding candi biasanya diberi hiasan berupa relief yang mengandung ajaran atau cerita tertentu.
Dalam kitab Manasara disebutkan bahwa bentuk candi merupakan pengetahuan dasar seni bangunan gapura, yaitu bangunan yang berada pada jalan masuk ke atau keluar dari suatu tempat, lahan, atau wilayah. Gapura sendiri bisa berfungsi sebagai petunjuk batas wilayah atau sebagai pintu keluar masuk yang terletak pada dinding pembatas sebuah komplek bangunan tertentu. Gapura mempunyai fungsi penting dalam sebuah kompleks bangunan, sehingga gapura juga nencerminkan keagungan dari bangunan yang dibatasinya. Perbedaan kedua bangunan tersebut terletak pada ruangannya. Candi mempunyai ruangan yang tertutup, sedangkan ruangan dalam gapura merupakan lorong yang berfungsi sebagai jalan keluar-masuk.
Beberapa kitab keagamaan di India, misalnya Manasara dan Sipa Prakasa, memuat aturan pembuatan gapura yang dipegang teguh oleh para seniman bangunan di India. Para seniman pada masa itu percaya bahwa ketentuan yang tercantum dalam kitab-kitab keagamaan bersifat suci dan magis. Mereka yakin bahwa pembuatan bangunan yang benar dan indah mempunyai arti tersendiri bagi pembuatnya dan penguasa yang memerintahkan membangun. Bangunan yang dibuat secara benar dan indah akan mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat. Keyakinan tersebut membuat para seniman yang akan membuat gapura melakukan persiapan dan perencanaan yang matang, baik yang bersifat keagamaan maupun teknis.
Salah satu bagian terpenting dalam perencanaan teknis adalah pembuatan sketsa yang benar, karena dengan sketsa yang benar akan dihasilkan bangunan seperti yang diharapkan sang seniman. Pembuatan sketsa bangunan harus didasarkan pada aturan dan persyaratan tertentu, berkaitan dengan bentuk, ukuran, maupun tata letaknya. Apabila dalam pembuatan bangunan terjadi penyimpangan dari ketentuan-ketentuan dalam kitab keagamaan akan berakibat kesengsaraan besar bagi pembuatnya dan masyarakat di sekitarnya. Hal itu berarti bahwa ketentuan-ketentuan dalam kitab keagamaan tidak dapat diubah dengan semaunya. Namun, suatu kebudayaan, termasuk seni bangunan, tidak dapat lepas dari pengaruh keadaan alam dan budaya setempat, serta pengaruh waktu. Di samping itu, setiap seniman mempunyai imajinasi dan kreatifitas yang berbeda.
Sampai saat ini candi masih banyak didapati di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Sumatra, Jawa, dan Bali. Walaupun sebagian besar di antaranya tinggal reruntuhan, namun tidak sedikit yang masih utuh dan bahkan masih digunakan untuk melaksanakan upacara keagamaan. Sebagai hasil budaya manusia, keindahan dan keanggunan bangunan candi memberikan gambaran mengenai kebesaran kerajaan-kerajaan pada masa lampau.
Candi-candi Hindu di Indonesia umumnya dibangun oleh para raja pada masa hidupnya. Arca dewa, seperti Dewa Wishnu, Dewa Brahma, Dewi Tara, Dewi Durga, yang ditempatkan dalam candi banyak yang dibuat sebagai perwujudan leluhurnya. Bahkan kadang-kadang sejarah raja yang bersangkutan dicantumkan dalam prasasti persembahan candi tersebut. Berbeda dengan candi-candi Hindu, candi-candi Buddha umumnya dibangun sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan untuk mendapatkan ganjaran. Ajaran Buddha yang tercermin pada candi-candi di Jawa Tengah adalah Buddha Mahayana, yang masih dianut oleh umat Buddha di Indonesia sampai saat ini. Berbeda dengan aliran Buddha Hinayana yang dianut di Myanmar dan Thailand.
Dalam situs web ini, deskripsi mengenai candi di Indonesia dikelompokkan ke dalam: candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, candi di Jawa Timur candi di Bali dan candi di Sumatra. Walaupun pada masa sekarang Jawa Tengah dan Yogyakarta merupakan dua provinsi yang berbeda, namun dalam sejarahnya kedua wilayah tersebut dapat dikatakan berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram Hindu, yang sangat besar peranannya dalam pembangunan candi di kedua provinsi tersebut. Pengelompokan candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta berdasarkan wilayah administratifnya saat ini sulit dilakukan, namun, berdasarkan ciri-cirinya, candi-candi tersebut dapat dikelompokkan dalam candi-candi di wilayah utara dan candi-candi di wilayah selatan.
Candi-candi yang terletak di wilayah utara, yang umumnya dibangun oleh Wangsa Sanjaya, merupakan candi Hindu dengan bentuk bangunan yang sederhana, batur tanpa hiasan, dan dibangun dalam kelompok namun masing-masing berdiri sendiri serta tidak beraturan beraturan letaknya. Yang termasuk dalam kelompok ini, di antaranya: Candi Dieng dan Candi Gedongsanga. Candi di wilayah selatan, yang umumnya dibangun oleh Wangsa Syailendra, merupakan candi Buddha dengan bentuk bangunan yang indah dan sarat dengan hiasan. Candi di wilayah utara ini umumnya dibangun dalam kelompok dengan pola yang sama, yaitu candi induk yang terletak di tengah dikelilingi oleh barisan candi perwara. Yang termasuk dalam kelompok ini, di antaranya: Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Kalasan, Candi Sewu, dan Candi Borobudur.
Candi-candi di Jawa Timur umumnya usianya lebih muda dibandingkan yang terdapat di Jawa Tengah dan Yogyakarta, karena pembangunannya dilakukan di bawah pemerintahan kerajaan-kerajaan penerus kerajaan Mataram Hindu, seperti Kerajaan Kahuripan, Singasari, Kediri dan Majapahit. Bahan dasar, gaya bangunan, corak dan isi cerita relief candi-candi di Jawa Timur sangat beragam, tergantung pada masa pembangunannya. Misalnya, candi-candi yang dibangun pada masa Kerajaan Singasari umumnya dibuat dari batu andesit dan diwarnai oleh ajaran Tantrayana (Hindu-Buddha), sedangkan yang dibangun pada masa Kerajaan Majapahit umumnya dibuat dari bata merah dan lebih diwarnai oleh ajaran Buddha.
Candi-candi di Bali umumnya merupakan candi Hindu dan sebagian besar masih digunakan untuk pelaksanaan upacara keagamaan hingga saat ini. Di Pulau Sumatra terdapat 2 candi Buddha yang masih dapat ditemui, yaitu Candi Portibi di Provinsi Sumatra Utara dan Candi Muara Takus di Provinsi Riau.
Sebagian candi di Indonesia ditemukan dan dipugar pada awal abad ke-20. Pada tanggal 14 Juni 1913, pemerintah kolonial Belanda membentuk badan kepurbakalaan yang dinamakan Oudheidkundige Dienst (biasa disingkat OD), sehingga penanganan atas candi-candi di Indonesia menjadi lebih intensif. Situs web ini direncanakan akan memuat deskripsi seluruh candi yang ada di Indonesia, namun saat ini belum semua candi dapat terliput.

Minggu, 02 Mei 2010

PEMILUKADA KAB GRESIK 2010

Jawa Pos [ Minggu, 02 Mei 2010 ]
Enam Pasangan Berebut Kursi Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2010-2015
Kejar Angka Keramat 30 Persen

Gong pertarungan para kandidat bupati dan wakil bupati Gresik 2010 segera ditabuh sejak Kamis (6/5). Ada enam pa sangan yang akan saling berebut suara warga Gresik. Semuanya optimistis meraih hasil terbaik. Namun, bagaimana sebenarnya kekuatan masing-masing.

---

KPU menetapkan enam kandidat maju dalam Pilbup. Lima di antaranya merupakan duet yang diusung parpol/gabungan parpol. Mereka adalah duet Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (Bani), Sambari Halim-M Qosim (SQ), M Nashihan-Syamsul Maarif (Monash-Syamsul), Husnul Khuluq- Musyaffa' Noer (Humas), dan Sastro Suwito-Samwil (S2BY). Sedangkan, satu lagi pasangan berangkat dari jalur independen, yakni Mujitabah-Suwarno.

Banyaknya pasangan yang bersaing merebut kursi ter tinggi di Gresik membuat perhelatan kali ini diprediksi seru. Bandingakan dengan pilbup 2005 lalu yang hanya diikuti empat pasangan.

Angka 30 persen adalah angka keramat bagi masing-masing pasangan. Mereka akan berusaha agar meraih persentase tersebut jika ingin menang dalam sekali putaran. Jika tidak, maka hanya dua pasangan dengan perolehan tertinggi yang akan maju di putaran kedua.

Ada beberapa ketentuan untuk menetapkan pemenang. Pertama, pasangan yang bisa meraih dukungan 50 persen plus satu dari total pemilih. Jika itu tidak bisa tercapai, maka pemenangnya adalah yang memperoleh lebih dari 30 persen. Jika ada dua/lebih kandidat meraih dukungan di atas 30 persen, yang tertinggi itu lah pemenangnya.

Namun, jika seluruh kandidat tidak bisa meraih dukungan di atas 30 persen, maka pertarungan Pilbup harus dihelat dua kali. Di mana, untuk putaran dua bakal mempertemukan pemenang pertama dan kedua.

Tak mudah memang. Namun, para kandidat mengklaim sama-sama optimistis bisa menjadi pemenang. Bahkan, ada juga yang berani menarget satu putaran. Alasannya, mereka sudah menyiapkan berbagai strategi untuk menggalang dukungan. (yad/ris/ruk)

Minggu, 07 Maret 2010

Cager, Kelompok Seni Gresik Yang Eksis

Sunday, 07 March 2010 04:38

Meskipun Gresik dikenal sebagai kota wali, dan para wali dikenal banyak melakukan pendekatan budaya dan kesenian dalam menyebarkan ajaran Islam, namun dinamika seni budaya di Gresik bisa dibilang masih jauh dari harapan. Berbagai persoalan seperti minimnya penghobi seni (tradisi) sampai regulasi pemerintah yang kurang berpihak menyebabkan kehidupan seni budaya Gresik kurang berkembang.

Namun, agaknya eksistensi satu kelompok ini patut diacungi jembol. Kelompok Cager, masih eksis menghidupkan gairah seni budaya, terutama seni teater, musik, dan puisi di Gresik.

Sebuah kelompok yang berawal dari kegiatan diskusi permasalahan yang krusial dan intens sejak tahun 1981-1983 secara keliling dari rumah ke rumah anggota. Selanjutnya membentuk diri sebagai Kelompok CAGER dan memilih bertindak melalui jalur kesenian dan kebudayaan sejak 1987 sampai sekarang. Melalui divisi Sastra, divisi Teater dan divisi Musik, melakukan gerakan-gerakan kesenian dan kebudayaan.

Mengikuti setiap dinamika masyarakat Gresik khususnya dan dinamika Indonesia pada umumnya, menangkapnya sebagai bagian dari diri, lingkungan lalu berproses dan berkarya, adalah salah satu ciri khasnya. Selanjutnya membawanya berkeliling melewati Surabaya, Lamongan, Solo, dan Jakarta untuk ditawarkan sebagai hasil temuan hidup, buah pikiran yang menghasilkan kegiatan budaya yang lain. Sekaligus sebagai tawaran tindakan bagi elemen masyarakat yang lain.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Kelompok CAGER bukan saja semata-mata beredar di wilayah kesenian, namun juga berbuat nyata dengan menyentuh bidang seni melalui pendidikan. Melalui workshop-workshop musik, teater dan sastra, baik yang dilakukan atas dasar inisiatif intern maupun melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan. Mulai dari mengenalkan teater di tataran ekstrakurikuler maupun intrakurikuler di tingkat SD, SMP, SMU. Dan di divisi sastra bersama Departemen P & K telah melakukan Workshop tentang Bagaimana Memahami Sastra bersama guru-guru Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMU se-Gresik.